For Bible Pathway devotions in Chinese,
click here.
Akhirnya umat Israel berkemah di Lembah Moab di Sitim, sebelah utara Laut Mati dekat dengan Gunung Nebo — beberapa mil selatan kota Amman sekarang, yang menjadi ibu kotaYordania. Ini merupakan perkemahan terakhir Israel di sebelah timur sungai Yordan (Bilangan 33:49; Yosua 2:1; 3:1). Israel menghadapi banyak musuh sehingga terpaksa mereka harus memerangi mereka. Kemungkinan mereka juga mengharapkan bahwa akan terjadi konflik dengan Balak, raja Moab (Bilangan 22:4).
Namun melihat jumlah umat Israel yang sangat banyak, bangsa Moab menjadi takut bahkan kuatir mereka akan dibinasakan. Ketakutan ini membuat Balak mengadakan kesepakatan dengan bangsa Midian untuk melawan Israel (22:4-7). Menyadari mereka tak akan pernah dapat mengalahkan Israel dalam medan peperangan, Balak menjanjikan upah kepada nabi Bileam dan untuk itu ia diminta agar mengutuk Israel. Ketika ia dipanggil oleh Raja Balak, Bileam diingatkan oleh Allah: Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka (22:12). Namun karena tertarik dengan upah (2 Petrus 2:15), akhirnya ia pergi juga, dan dengan sengaja mengkompromikan prinsip-prinsipnya hanya karena ketamakan. Raja Balak menjadi murka karena bileam tidak jadi mengucapkan kutuk ke atas Israel, namun karena Bileam ingin mendapatkan upah dari raja maka ia mempengaruhi perempuan-perempuan Moab agar bersahabat dengan kaum lelaki Israel dan berbuat zinah dengan mereka. Sejak itu mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab. Perempuan-perempuan ini juga membujuk bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah mereka. (Bilangan 25:1-2).
Bangsa Israel sedang beristirahat setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melintasi berbagai kesulitan, dan peperangan. Segala sesuatu tampaknya sangat tenang tanpa terlihat adanya bahaya. Namun persahabatan dengan perempuan-perempuan Moab membawa mereka kepada perzinahan dan kejahatan seksual. Akibat kejahatan mereka itu maka Tuhan memerintahkan Musa untuk menggantung orang-orang yang bersalah dan membunuh semua orang yang turut ambil bagian dalam kejahatan itu (25:4-5; Ulangan 21:22-23; I Samuel 31:10-13; II Samuel 2:5-6; 21:12-14). Ketika jemaah Israel sedang meratap di pintu Kemah Pertemuan karena dosa yang mereka telah perbuat, tiba-tiba Zimri datang dengan membawa seorang perempuan Midian ke dalam kemahnya di hadapan mata Musa dan seluruh jemaat (Bilangan 25:6,14).
Tampaknya ada tulah yang ditimpakan Tuhan ke atas mereka karena perbuatan jahat mereka. Cucu Harun yaitu Pinehas, seorang pemimpin rohani, melaksanakan eksekusi hukuman ke atas mereka yang bersalah, barulah tulah itu berhenti. Namun demikian mereka yang tewas oleh tulah itu berjumlah 24,000 (25:9). Pinehas menerima penghargaan Allah atas tindakannya — yakni perjanjian keimaman yang kekal. Dikatakan bahwa ia melaksanakan penebusan bagi umat (25:12-13). Hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai jasa turun temurun, untuk selama-lamanya (Mazmur 106:31).
Peristiwa ini tidak mengajarkan bahwa setiap orang pada masa kini boleh menghilangkan nyawa orang lain. Pembunuhan hanya dapat dilakukan apabila terpaksa harus mempertahankan diri atau karena diperintahkan oleh pengadilan atau karena tugas militer. Namun dalam sejarah Israel, Allah adalah Raja mereka; dan Musa, para imam, dan kepala-kepala suku bertanggung jawab untuk mempertahankan dan memelihara hukum Allah serta menjalankan keadilan.
Pinehas dapat saja berkata: Mengapa saya harus terlibat? Memang benar, banyak orang akan memberitahu kita agar jangan bersikap menghakimi, melainkan bertoleransi saja dengan gaya hidup moral dan kesenangan hidup bersama di luar perkawinan yang semakin populer pada masa kini. Namun dosa-dosa seksual itu selalu membuat Allah murka: Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia ( I Korintus 3:16-17; 6:13,18; 7:2; 10:8-22; Galatia 5:19; Efesus 5:3; Kolose 3:5; I Tesalonika 4:3).
Kristus Dinyatakan:
Sebagai Binatang dan Tongkat yang dinubuatkan (Bilangan 24:17). Kristus akan datang untuk memerintah dalam kemuliaan yang besar, bukan hanya atas Israel, melainkan atas seluruh manusia (Wahyu 19:15-16).
Saran Doa:
Berdoalah dan berpuasalah secara diam-diam dan biarlah hanya Allah saja yang tahu dan melihat anda berbuat demikian (Matius 6:16-18).
Bacaan Tambahan:
Lukas 10
Ayat Hafalan Minggu Ini: Efesus 3:19
Dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.